//
you're reading...
Kesehatan Anak, Kesehatan Anak dan Remaja, Kesehatan Kulit, Kesehatan Umum, Penyakit Kanker dan Keganasan

Cara Membedakan Tahi lalat dan Kanker Kulit

Salah satu kanker kulit yang paling sering ialah melanoma atau masyarakat awam mengenalnya sebagai tahi lalat yang hidup. Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen (melanosit). Melanoma tidak sama dengan kanker kulit lainnya. Kanker ini yang paling tenar serta bertanggung jawab atas banyak kematian yang disebabkan oleh kanker kulit lainnya.

Penyebab pasti melanoma masih belum diketahui, tetapi bisa dikenali faktor resiko yang menyertai. Melanoma disebabkan oleh kontak ke matahari, risiko Genetik faktor juga mempengaruhi terjadinya melanoma. Manusia berkulit putih yang kebanyakan kena melanoma daripada kulit berwarna lainnya. Sedangkan orang yang hidup di iklim yang bercahaya matahari tinggi berisiko lebih tinggi.

Faktor resiko terjadinya melanoma adalah riwayat keluarga yang menderita melanoma, rambut merah atau pirang , adanya tahi lalat atipik multipel (tanda lahir), terdapat keratosis aktinik pre-kanker atau Frekels (bintik-bintik coklat) yang sangat jelas di punggung bagian atas. Faktor resiko lainnya adalag mengalami serangan lepuhan akibat luka bakar sinar matahari sebanyak 3 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun.

Tanda dan Gejala Melanoma

Melanoma bisa berawal sebagai pertumbuhan kulit baru yang kecil dan berpigmen pada kulit yang normal.
Paling sering tumbuh pada kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi hampir separuh kasus tumbuh dari tahi lalat yang berpigmen.

Terjadinya perubahan di kulit tahi lalat. Baik di ukuran, permukaan yang gatal atau pendarahan, warna atau bentuk tahi lalat.

Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan di belakang telinga. Melanoma mudah menyebar ke bagian tubuh yang jauh (metastase), dimana akan terus tumbuh dan menghancurkan jaringan.

Semakin sedikit pertumbuhan melanoma ke dalam kulit, maka semakin besar peluang untuk menyembuhkannya.
Jika melanoma telah tumbuh jauh ke dalam kulit, akan lebih mungkin menyebar melalui pembuluh getah bening dan pembuluh darah dan bisa menyebabkan kematian dalam beberapa bulan atau tahun.

Perjalanan penyakit melanoma bervariasi dan tampaknya dipengaruhi oleh kekuatan pertahanan oleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa penderita yang keadaan kesehatannya baik, bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun meskipun melanomanya telah menyebar.

Tanda-tanda bahaya akan terbentuknya melanoma adalah adanya bintik atau tahi lalat berpigmen (terutama yang berwarna hitam atau biru tua) yang semakin membesar. Perubahan warna pada tahi lalat, terutama pigmentasi merah, putih dan biru di kulit sekelilingnya. Perubahan pada kulit diatas bintik yang berpigmen, misalnya perubahan konsistensi atau bentuk Tanda-tanda peradangan pada kulit di sekitar tahi lalat.

Untuk memastikan diagnosis diperlukan informasi tentang perkembangan tahi lalat serta adanya riwayat keluarga untuk menilai risiko Anda. Risiko melanoma meningkat bila memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

Bila dicurigai melanoma, tahap awal yang dilakukan adalah melakukan eksisi biopsi. Untuk memastkan diagnosis dilakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop). Prosedur ini biasanya dilakukan dengan pisau bedah kecil atau gunting untuk mengambil sebagian jaringan tahi lalat untuk diteliti di laboratorium.

Perbedaan Tahi Lalat Normal

Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen abnormal yang muncul di kulit. Sel-sel ini dikenal sebagai melanosit. Tahi lalat sangat umum, rata-rata orang memiliki 10 sampai 40 tahi lalat di tubuhnya. Kebanyakan tahi lalat adalah bawaan lahir, tetapi ada juga yang baru hadir setelah lahir. Sebagian besar tahi lalat muncul selama 20 tahun pertama kehidupan, meskipun ada juga yang terus berkembang hingga usia 40-an. Sebagian tahi lalat menghilang seiring usia.

Tahi lalat biasanya berwarna cokelat atau cokelat tua dengan bentuk bundar atau oval dan lebarnya tidak melebihi biji kacang tanah. Ada tahi lalat yang datar, ada pula yang menonjol dari permukaan kulit.

Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi ada kemungkinan berubah menjadi melanoma, bentuk kanker kulit paling serius karena kemampuannya untuk menyebar. Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi  perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal, ketika angka kesembuhan dengan operasi hampir 100%.

Tanda dan gejala yang harus diwaspadai pada tahi lalat yang berbahaya adalah terasa gatal dan menyakitkan, ukurannya membesar atau penampilannya semakin tidak teratur, terutama di pinggiran, perubahan warna, terutama jika menjadi lebih gelap atau belang, perdarahan spontan, ada perubahan warna kulit di sekelilingnya. Bila ada gejala seperti ini sebaiknya segera ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Sedangkan terdapat tahi lalat yang berisiko menjadi berbahaya dibandingkan lainnya untuk menjadi kanker. Tahi lalat yang beresiko menjadi ganasa adalah tahi lalat besar yang merupakan bawaan lahir, tahi lalat besar dan bentuknya tidak teraturan. Tahi lalat ini cenderung diwariskan dan biasanya memiliki pusat berwarna coklat gelap dan terang dengan perbatasan tidak merata, tahi lalat berjumlah 20 atau lebih.

Tahi lalat kecil dan relatif tidak berbahaya dapat dihilangkan dengan gas cair yang bersifat membekukan atau dengan mengoleskan suatu zat yang memiliki efek yang sama. Untuk lesi yang lebih besar mungkin perlu dibuang melalui operasi. Operasi ini relatif sederhana dan biasanya dilakukan di bawah bius lokal. Daerah sekitar lesi akan benar-benar mati rasa tetapi tetap sadar. Dalam beberapa kasus, bius total mungkin diperlukan jika pengangkatan tahi lalat diduga memakan waktu lama atau sulit. Bila pembedahan dilakukan dengan laser maka tidak diperlukan bius karena tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien hanya akan merasakan sensasi kesemutan selama prosedur operasi.

Prosedur bedah tahi lalat sangat aman dan sebagian besar tidak memiliki efek samping selain mungkin dari obat bius. Namun, jika lesi cukup besar maka dapat memiliki bekas luka permanen. Tahi lalat biasanya tidak tumbuh kembali setelah diangkat.

Pengobatan

Pengobatan melanoma tergantung dari tahapan penyakit tersebut terjadi. Cara efektif pengobatannya adalah dengan mengangkatnya dari permukaan kulit, tapi itu hanya dapat dilakukan terhadap melanoma yang tingkat awal. Jika belum menyebar, keseluruhan melanoma bisa diangkat melalui pembedahan. Angka kesembuhannya mendekati 100%. Tetapi seseorang yang pernah menderita melanoma, memiliki resiko kembali menderita melanoma. Karena itu sebaiknya dia melakukan pemeriksaan kulit secara teratur.

Untuk melanoma yang telah menyebar dilakukan kemoterapi, tetapi angka kesembuhannya rendah dan keadaan ini sering berakibat fatal.

Pengobatan eksperimental dengan immunoterapi interleukin-2 memberikan hasil yang menjanjikan.

Pencegahan

Lindungi kulit dari sinar matahari dengan cara gunakan tabir surya setiap hari (minimal dengan SPF 15) dan gunakan topi, kaca mata, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang. Jangan terlalu lama berjemur dibawah sinar matahari Hindari sinar matahari pada tengah hari (jam 10 – 14).

Dari berbagai sumber

Supported  by

Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   

Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : judarwanto@gmail.com,            

For Free Newsletter join with this twitter :     https://twitter.com/WidoJudarwanto                                                                                                 

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. 

Copyright © 2011, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MEDIA INDONESIA SEHAT

Indeks Artikel

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.